Menjadi guru yang profesional harus Bukanlah suatu hal yang mudah, karena seorang guru harus bisa dijadikan contoh oleh muridnya,, di samping itu memerlukan kemauan, kemampuan dan ketrampilan yang tinggi dan mau mengubah kebiasaan-kebiasaan yang kurang bagus pada diri sorang pendidik..,,di dalam proses belajar mengajar seorang guru harus mampu menggunakan berbagai kiat dan strategi sesuai situasi dan kondisi.....

Minggu, 23 September 2012

Pengembangan KTSP

-->
BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang Masalah
Latar Belakang Negara Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang perlu adanya proses untuk menjadi maju, salah satu proses tersebut adalah dengan mencerdaskan anak bangsa. Dengan pendidikan yang bermutu atau berkualitas benarlah yang dapat meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Dari zaman ke zaman sistem kurikulum pendidikan yang ada Indonesia selalu ada perubahan demi mencerdaskan anak bangsa. Salah satu sistem kurikulum yang baru saat ini adalah system KTSP (Kurikulum Tingkat satuan pendidikan). Sejak digulirkan Juni 2006, banyak muncul persoalan dalam penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu tidak memadainya kualitas SDM yang mampu menjabarkan KTSP di satuan pendidikan, kurangnya sarana pendukung kelengkapan pelaksanaan KTSP, belum sepenuhnya guru memahami KTSP secara utuh, baik dari segi konsep maupun penerapannya di lapangan.

B.    Rumusan masalah
1.     Pengembangan KTSP
2.     Prinsip-prinsip pengembangan KTSP
3.     Srategi pengembangan KTSP
4.     Acuan operasional KTSP







BAB II
PEMBAHASAN
PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulu 2004 (KBK).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan sekolah.[1]
A.    Pengembangan Kurikulum
                   Pengembangan kurikulum mencakup beberapa tingkat, yaitu :
1.     Pengembangan Kurikulum Tingkat Nasional
Dalam kaitannya dengan KTSP pengembangan kurikulum tingkat nasional dilakukan dalam rangka mengembangkan Standar Nasional Pendidikan, yang pada saat ini mencakup standar kompetensi lulusan (SKL) dan standar isi (SI) untuk setiap satuan pendidikan pada masing-masing jenjang dan jenis pendidikan, terutama pada jalur pendidikan sekolah
2.     Pengembangan KTSP
a.      Pada tahap pengembangan KTSP, kegiatan yang dilakukan, antara lain Menganalisis dan mengembangkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI).
b.     Merumuskan visi dan misi serta merumuskan tujuan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
c.      Berdasarkan SKL, SI, visi, misi serta tujuan satuan pendidikan, selanjutnya dikembangkan pada bidang studi-bidang studi yang akan diberikan untuk merealisasikan tujuan tersebut.
d.     Mengembangkan dan mengidentifikasikan tenaga-tenaga kependidikan (guru dan non guru) sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan dengan berpedoman pada standar tenaga kependidikan yang ditetapkan oleh BSNP.
e.      Mengidentifikasikan fasilitas pembelajaran yang diperlukan untuk memberi kemudahan belajar sesuai dengan standar sarana dan prasarana pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP
3.     Pengembangan Silabus
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tingkat ini, antara lain adalah:
Ø  Mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar serta tujuan setiap bidang studi.
Ø  Mengembangkan kompetensi dasar dan materi standar yang diperlukan dalam pembelajaran.
Ø  Mendeskripsikan kompetensi dasar serta mengelompokkannya sesuai dengan ruang lingkup dan urutannya.
Ø  Mengembangkan indikator untuk setiap kompetensi serta kriteria pencapaiannya dan mengelompokkannya sesuai dengan ranah pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai dan sikap.
Ø  Mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi.
4.     Pengembangan RPP
Berdasarkan standar kompetensi dan standar isi dalam silabus yang telah diidentifikasi dan diurutkan sesuai dengan tingkat pencapaiannya pada setiap bidang studi, selanjutnya dikembangkan program-program pembelajaran. kegiatan pengembangan kurikulum pada tingkat ini adalah menyusun dan mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran atau persiapan mengajar.
5.      Kurikulum Aktual
Kurikulum aktual adalah interaksi antara peserta didik dengan guru dan lingkungan pembelajaran. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa bagaimanapun bagusnya suatu kurikulum maka aktualisasinya sangat ditentukan oleh profesionalisme guru dalam melaksanakan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik
B.    Prinsip-prinsip pengembangan KTSP
Beberapa prinsip  yang harus diperhatikan dalam mengembangkan KTSP diuraikan berikut.
1.     Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan Peserta Didik dan Lingkungannya.
            Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
2.     Beragam dan Terpadu
            Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenis dan jenjang pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminasi terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi dan jender.
3.     Tanggap Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni
            Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
4.     Relevan Dengan Kebutuhan Kehidupan (Dunia Kerja dan Masa Depan)
            Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja.
5.     Menyeluruh Dan Berkesinambungan
            Maksudnya adalah substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
6.     Belajar Sepanjang Hayat
            Maksudnya adalah dalam pengembangan KTSP, kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
7.      Seimbang Antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah[2]
            Maksudnya adalah kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
C.    Strategi pengembangan KTSP
1.     Sosialisasi KTSP di Sekolah
Hal pertama yang harus diperhatikan dalam pengembangan dan pelaksanaan KTSP adalah mensosialisasikan KTSP terhadap seluruh warga sekolah,bahkan terhadap masyarakat dan orang tua peserta didik. Sosialisasi bisa dilakukan langsung oleh Kepala Sekolah apabila yang bersangkutan sudah mengenal dan cukup memahaminya. Namun demikian, jika kepala sekolah belum begitu memahami atau masih belum mantap dengan konsep-konsep KTSP yang akan dikembangkan, maka bisa mengundang ahlinya yang ada di masyarakat, baik dari kalangan pemerintah, akademisi maupun dari kalangan penulis atau pengamat pendidikan.
Sosialisasi perlu dilakukan secara matang kepada berbagai pihak agar dapat dipahami dan diterapkan secara optimal.
2.      Menciptakan Suasana yang Kondusif
Lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan tertib,optimisme dan harapan yang tinggi dari seluruh warga sekolah, kesehatan sekolah serta kegiatan-kegiatan yang terpusat pada peserta didik (student centered activities) merupakan iklim yang dapat membangkitkan nafsu, gairah dan semangat belajar. Iklim belajar yang kondusif harus ditunjang oleh berbagai faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses belajar, sebaliknya iklim belajar yang kurang menyenangkan akan menimbulkan kejenuhan dan rasa bosan.
3.     Menyiapkan sumber Belajar
Sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam KTSP disekolah antara lain laboratorium, pusat sumber belajar dan perpustakaan serta tenaga pengelola yang profesional. Sumber belajar tersebut perlu didayagunakan seoptimal mungkin, dipelihara dan disimpan dengan sebaik-baiknya. Selain itu,kreatitifitas guru dan peserta didik perlu senantiasa ditingkatkan.



4.     Membina Disiplin
Dalam pengembangan KTSP, guru harus mampu membina disiplin peserta didik, terutama disiplin diri (self-discipline). Guru harus mampu membantu peserta didik mengembangkan pola prilakunya, meningkatkan standar peilakunya dan melaksanakan aturan sebagai alat untuk menegakkan disiplin. Pembinaan disiplin perlu dimulai dengan prinsip yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional
5.     Mengembangkan Kemandirian Kepala Sekolah
          Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif harus memiliki sikap mandiri, terutama dalam mengkoordinasikan, menggerakkan dan menselaraskan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Kemandirian dan profesionalisme kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi dan misi, tujuan serta sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Oleh karena itu, dalam pengembangan KTSP ddiperlukan kepala sekolah yang mandiri, dan profesional dengan kemampuan manajemen serta kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah.
6.     Membangun Karakter Guru
          Dalam  pengembangan KTSP yang menuntut aktifitas dan kreativitas guru dalam membentuk kompetensi pribadi peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran harus sebanyak mungkin melibatkan peserta didik, agar mereka mampu bereksplorasi untuk membentuk kompetensi dengan menggali potensi dan kebenaran secara ilmiah. Dalam kerangka inilah perlunya membangun guru, agar mereka mampu menjadi fasilitator, dan mitra belajar bagi peserta didiknya.
7.     Memberdayakan Staf
          Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam memberdayakan staf yang tersedia. Dalam hal ini, peningkatan produktivitas dan prestasi kerja dapat dilakukan dengan meningkatkan perilaku staf di sekolah melalui aplikasi berbagai konsep dan teknik manajemen personalia modern.
Manajemen staf disekolah harus ditujukan untuk memberdayakan staf secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Sehubungan dengan itu, fungsi manajemen staf di sekolah adalah menarik,mengembangkan, menggaji dan memotivasi staf guna mencapai tujuan pendidikan secara optimal,membantu staf mencapai posisi dan standar perilaku, memaksimalkan perkembangan karier serta menyelaraskan tujuan individu,kelompok dan lembaga.
Dalam rangka menyukseskan implementasi KTSP secara utuh dan menyeluruh,hendaknya setiap sekolah mampu mengembangkan berbagai potensi peserta didik secara optimal, terutama dalam kaitannya dengan pengembangan akhlak dan moral peserta didik.[3]
D.    Acuan Operasional KTSP
      Acuan operasional penyusunan KTSP sedikitnya mencakup 12 poin, yakni :
a.      Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.
Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.
b.     Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.
c.      Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan.
d.     Tuntutan pembangunan daerah dan nasional.
            Maksudnya adalah kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
e.      Tuntutan dunia kerja
f.      Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan seni.
g.     Agama Dinamika perkembangan global
h.      Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
i.       Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
j.        kesetaraan jender
k.     Karakteristik satuan pendidikan.[4]
           
            Aspek-aspek diatas harus dijadikan acuan oleh para pengembang kurikulum dalam pendidikan di sekolah masing-masing. Meskipun demikian, para pengembang kurikulum tidak harus terpaku pada acuan operasional diatas, tetapi mereka bisa mengembangkan dan menyesuaikan acuan tersebut dengan situasi dan kondisi daerah, karakteristik dan kemampuan peserta didik serta sarana dan prasarana yang tersedia.










BAB III
PENUTUP
1.     Kesimpulan
Dari uraian yang telah di paparkan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa KTSP adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan sekolah. Dalam pengembangannya secara rinci menjadi siap pakai diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Sosialisasi yang terus menerus harus dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan beragam perangkat media secara tepat sasaran. Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung terlaksananya KTSP.
2.     Saran
            Sebagai calon guru, kalau sudah memahami bagaimana cara pengembangan kurikulum, baik dari segi konsep maupun penerapanya di lapangan. Maka tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maximal.jadi oleh karena itu sebagai calon guru sebelum  mengajar, maka alangkah lebih baiknya memahami  kurikulum apa yang akan dipakai dalam pembelajaran.




[1] Ramayulis, metodologo pendidikan agama islam, jakarta: kalam mulia, 2008, hlm 266
[2] Paduan penyusunan KTSP, (jakarta: BNSP 2006), h 11
[3]Rieke yuliarni, diakses dari http://www.slideshare.net/Rikamegaswara/penerapan-ktsp
[4] Op.cit hlm 270-271

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar